Sistem Otomasi Elektronik

Sistem otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer (komputer, PLC atau mikroprosesor / kontroller). Semuanya bergabung menjadi satu untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu.
Otomasi, dalam bahasa yunani kuno berati Self Dictated. Otomasi atau disebut juga kontrol numerik adalah digunakan untuk mengendalikan suatu sistem. Contoh otomasi: Suatu komputer yang mengendalikan mesin dan proses industri, yang berarti mengurangi keterlibatan manusia dalam proses bersangkutan.

Proses otomasi pada bidang industri menempati posisi selangkah didepan mekanisasi. Pada proses mekanisasi biasanya dibutuhkan manusia sebagai operator mesin, sedangkan pada otomatisasi akan mengurangi keterlibatan manusia sebagai operator.

KEUNGGULAN OTOMASI

  1. Kesalahan akibat Human Error bisa lebih dikurangi.
  2. Ketelitian, yaitu besaran yang berhubungan dengan pencapaian hasil terhadap target, maupun ketepatan, yang berarti keterulangan suatu proses, akan lebih terjamin.
  3. Untuk dunia industri, produktifitas akan semakin meningkat.

PERANGKAT OTOMASI

  1. Mikroprosesor.
  2. Mikrokontroller.
  3. PLC (Programmable Logic Controller).
  4. PLD/FPGA.

PENGENDALI / KONTROL

  1. Pengendalian meliputi : Menghidupkan / menjalankan, Mematikan / menghentikan, Mengatur gerakan, Mengatur posisi / aliran
  2. Kemampuan mengendalikan produk aktual dengan produk yang diinginkan dan melakukan penyesuaian
  3. Jantung pengendali otomasi modern adalah elektronika
  4. Dengan elektronik dimungkinkan dirancangnya sistem otomasi yang kompleks dan fleksibel

ELEMEN DASAR SISTEM OTOMASI

  1. Power, Power atau bisa dikatakan sumber energi dari sistem otomasi berfungsi untuk menggerakan semua komponen dari sistem otomasi. Sumber energi bisa menggunakan energi listrik, baterai, ataupun Accu, semuanya tergantung dari tipe sistem otomasi itu sendiri.
  2. Program of instruction, Proses kerja dari sistem otomasi mutlak memerlukan sistem kontrol baik menggunakan mekanis, elektronik ataupun komputer. Untuk program instruksi / perintah pada sistem kontrol mekanis maupun rangkaian elektronik tidak menggunakan bahasa pemrograman dalam arti sesungguhnya, karena sifatnya yang analog. Untuk sistem kontrol yang menggunakan komputer dan keluarganya (PLC maupun mikrokontroler) bahasa pemrograman merupakan hal yang wajib ada. Bahasa pemrograman memberikan perintah pada manipulator dengan perantara driver sebagai penguat. Translasi/kompilasi bahasa (seperti Pascal, C, Basic, Fortran), memberi fasilitas pada programer untuk mengimplementasikan program aplikasi. Daerah ini merupakan antarmuka antara pengguna dengan sistem. Translator atau kompiler untuk bahasa pemrograman tertentu akan mengubah statemen-statemen dari pemrogram menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh komputer.Instruksi komputer merupakan antarmuka antara perumusan perangkat lunak program aplikasi dan perangkat keras komputer. Komputer menggunakan instruksi tersebut untuk mendefinisikan urutan operasi yang akan dieksekusi. Penyajian Data membentuk antarmuka antara program aplikasi dan komputer. Daerah irisan dari ketiga lingkaran menyatakan sistem operasi. Sistem operasi ini yang akan mengkoor-dinasi interaksi program, mengatur kerja dari perangkat lunak dan perangkat keras yang bervariasi, serta operasi dari unit masukan/keluaran. Komputer merupakan salah satu produk teknologi tinggi yang dapat melakukan hampir semua pekerjaan diberbagai disiplin ilmu, tetapi komputer hanya akan merupakan barang mati tanpa adanya bahasa pemrograman untuk menggambarkan apa yang kita kerjakan, sistem bilangan untuk mendukung komputasi, dan matematika untuk menggambarkan prosedur komputasi yang kita kerjakan.
  3. Sistem kontrolSistem kontrol merupakan bagian penting dalam sistem otomasi. Apabila suatu sistem otomasi dikatakan layaknya semua organ tubuh manusia seutuhnya maka sistem kontrol merupakan bagian otak / pikiran, yang mengatur dari keseluruhan gerak tubuh. Sistem kontrol dapat tersusun dari komputer, rangkaian elektronik sederhana, peralatan mekanik. Hanya saja penggunaan rangkaian elektronik, perlatan meknik mulai ditinggalkan dan lebih mengedepankan sistem kontrol dengan penggunaan komputer dan keluarganya (PLC, mikrokontroller)

Sistem kontrol sederhana dapat ditemukan dari berbagai macam peralatan yang kita jumpai, diantaranya :

  • Setiap toilet memiliki mekanisme kontrol untuk mengisi ulang tangki air dengan pengisian sesuai dengan kapasitas dari tangki tersebut. Mekanisme sistem kontrol tersebut menggunakan peralatan mekanis yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sistem otomasi.
  • AC atau air conditioner merupakan sistem otomasi yang menggunakan sistem kontrol mikroelektronik atau yang sering disebut komputer sederhana.
  • Robot assembly contoh sistem otomasi yang menggunakan kontrol sistem komputer atau keluarganya. Sistem control tersebut akan memberikan pengaturan pada gerakan-gerakan tertentu untuk menyusun suatu peralatan pada industri.sumber : Teknik Elektronika Industri smk 75-2 Purwokerto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s